Listrik Indonesia | Penjualan mobil berbasis baterai (electric vehicle) di Indonesia melonjak naik di tahun 2025. Berdasarkan data wholesales, angkanya mencapai lebih dari 103.931 unit. Dibandingkan tahun 2024, angka tersebut cukuplah fantastis.
Kabar positif itu diamini oleh manajemen PT Era Industri Otomotif (XPeng). Menurut VP Marketing XPeng Hari Arifianto pihaknya optimis untuk bersaing di pasar mobil listrik di Indonesia lewat produknya XPeng X9 dan XPeng G6.
“Perusahaan melihat tren ke depannya mobil litsrik tapi bukan sekadar mobil listrik, artinya kami memiliki diferensiasi tidak hanya sebatas kendaraan listrik tapi ada elemen IT, lalu ada artificial intelligence yang kuat,” kata Hari usai menjadi narasumber di Podcast Bincang Listrik di kantor Majalah Listrik Indonesia, sore tadi (13/4).
Optimisme senada juga diungkapkan VP Operation XPeng Doddy Setiawan. Hal ini didasari karena XPeng sendiri hadir dengan kemampuan teknologi yang kuat. “Kami menghadirkan sistem ultra fast charging yang mampu mengisi daya baterai dari 10 hingga 80 persen hanya dalam sekitar 12 menit.” kata Doddy kepada Listrik Indonesia. 
Doddy menambahkan bahwa XPeng sendiri juga mendorong TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) hingga mencapai 40 persen lebih. “Ini bukti bahwa kami juga memperhatikan industri dalam negeri,” imbuhnya.
Ya, dengan terobosannya setidaknya XPeng yang merupakan kendaraan listrik asal Tiongkok dan mengambil pasar premiun ini, siap melaju menembus persaingan di pasar EV roda empat di Indonesia.
