Listrik Indonesia | Direktur Utama PT Sumber Organik, Agus Nugroho Santoso mengungkapkan bahwa fasilitas Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Benowo mampu mengelola sampah hingga 1.600 ton per hari, termasuk sampah baru dan timbunan lama. Hal tersebut ia ungkapkan dalam pengelolaan fasilitas di TPA Benowo, Surabaya, dikutip pada Jum'at, (17/04/2026).
Agus menjelaskan bahwa sampah yang dikelola berasal dari masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Berbeda dengan pengelolaan di sejumlah lokasi lain yang umumnya hanya menangani sampah baru, fasilitas ini juga memproses timbunan sampah lama untuk dimanfaatkan kembali.
“Kami mengolah timbunan sampah, baik sampah lama maupun baru, menjadi bahan yang bermanfaat,” ujar Agus.
PSEL Benowo telah beroperasi sejak diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada 6 Mei 2021. Fasilitas ini menjadi salah satu infrastruktur pengolahan sampah berbasis energi yang memanfaatkan sampah sebagai sumber pembangkit listrik.
Selain pengolahan menjadi energi listrik, di kawasan TPA Benowo saat ini juga tengah dibangun fasilitas waste to fuel oleh PT Prakarsa Energi Sejahtera (SEP). Fasilitas ini dirancang untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan bahan bakar alternatif.
Proses pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar dilakukan melalui tahap penyortiran (handpicking) untuk memastikan bahan baku berupa plastik. Selanjutnya, material tersebut diproses menggunakan teknologi pirolisis dengan sistem flue gas treatment guna memenuhi baku mutu emisi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Dari proses tersebut dihasilkan Bahan Bakar Minyak Terbarukan (BBMT) yang setara dengan diesel oil. Berdasarkan hasil pilot project, fasilitas ini diproyeksikan mampu memproduksi BBMT sebesar 60 hingga 70 kiloliter per hari setelah beroperasi secara penuh.
Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong percepatan pengembangan waste to energy (WtE) atau PLTSa sebagai salah satu solusi dalam menangani permasalahan sampah dan energi.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot menyampaikan bahwa pengelolaan sampah perkotaan menjadi prioritas pemerintah dan mendapat perhatian langsung dari Presiden.
“Pengelolaan sampah perkotaan merupakan kegiatan prioritas yang mendapat pantauan langsung Bapak Presiden Prabowo. Karena itu, diperlukan upaya yang serius dan sistematis agar sampah perkotaan tidak lagi menjadi sumber masalah, melainkan justru memberi manfaat,” ujar Yuliot.
