Program TJSL PLN Enjiniring Raih Penghargaan Nusantara CSR Awards 2026

Program TJSL PLN Enjiniring Raih Penghargaan Nusantara CSR Awards 2026
PLN Enjiniring mendapatkan penghargaan Nusantara CSR Awards 2026 atas keberhasilan program TJSL Kolaborasi Engineer Mengajar yang dinilai berdampak signifikan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi m

Listrik Indonesia | PT PLN Enjiniring meraih penghargaan pada ajang Nusantara CSR Awards 2026 (NCSRA) yang diselenggarakan oleh La Tofi School of Social Responsibility di Jakarta pada 8 April 2026. Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori Ketahanan Operasi & Risiko Lokal melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Kolaborasi Engineer Mengajar.

Dalam ajang tersebut, PLN Enjiniring dinilai berhasil menunjukkan komitmen dalam menjalankan program TJSL yang berkelanjutan serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Penilaian dilakukan menggunakan metodologi La Tofi ESG Rating yang dipadukan dengan Corporate Economic Protection Index (CEPI), yang menempatkan program TJSL tidak hanya sebagai aktivitas sosial, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam melindungi nilai ekonomi perusahaan.

Program Kolaborasi Engineer Mengajar mencatatkan capaian Platinum Alignment dengan skor 86,15, yang mencerminkan tingkat keselarasan tinggi terhadap prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG). Selain itu, program ini juga memperoleh CEPI Platinum Performance dengan nilai 1,35, yang menunjukkan kontribusi dalam meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Direktur Utama PLN Enjiniring, Chairani Rachmatullah, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan program sosial dengan strategi bisnis. 

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan program-program sosial yang tidak hanya berdampak, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat ketahanan perusahaan. Melalui kolaborasi dan semangat berbagi, kami ingin memastikan bahwa kehadiran PLN Enjiniring memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Chairman La Tofi School of Social Responsibility sekaligus Principal Assessor La Tofi ESG Rating, La Tofi, menegaskan bahwa pendekatan CSR berbasis risiko dan perlindungan ekonomi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan. 

“Tidak ada yang percuma dari CSR apabila sejak awal dimaksudkan untuk melindungi nilai perusahaan. CSR yang lahir dari pemahaman risiko akan kembali sebagai perlindungan ekonomi yang nyata dan terukur,” ujarnya.

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang diwakili oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ESDM, Prahoro Nurtjahyo, menyampaikan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam keberhasilan program keberlanjutan perusahaan. Ia mengapresiasi para penerima penghargaan serta menekankan pentingnya penguatan kompetensi SDM dalam mendukung transformasi sektor energi.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh penerima penghargaan. Kunci utama dari keberhasilan dan keberlanjutan program terletak pada kualitas sumber daya manusia. Perusahaan tidak akan dapat melangkah lebih jauh tanpa peran SDM yang unggul dan kompeten,” ujar Prahoro.

Penghargaan ini mencerminkan upaya PLN Enjiniring dalam mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan keberlanjutan ke dalam strategi perusahaan, sekaligus memperkuat peran TJSL sebagai bagian dari ketahanan bisnis di tengah dinamika global.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#PLN Enjiniring

Index

Berita Lainnya

Index