LIstrik Indoneisia | PLN dan Indonesia Power mengambil peran strategis dalam melestarikan Sungai Citarum di Jawa Barat. Hal tersebut merupakan komitmen korporasi terhadap lingkungan dan kelestarian alam di Indonesia.
PT Indonesia Power (IP) melalui salah satu unitnya Saguling Power Generation and O&M Services Unit (POMU) berpartisipasi dalam program International Virtual Course (IVC) “Global Challenges Engineering Design” yang diinisiasi Institut Teknologi Bandung dan University of Manchester (7/7). Kegiatan ini merupakan sarana untuk mengajak dan memperluas pengetahuan tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan ekosistem di sungai citarum.
“PLN dan Indonesia Power komit untuk mendukung pemerintah dalam upaya mempertahankan kelestarian lingkungan, tak terkecuali di sungai citarum,” ujar Direktur Utama PT Indonesia power, M. Ahsin Sidqi pada keterangan tertulisnya kepada Listrik Indonesia (7/7).
Sejalan dengan hal tersebut, kelestarian di Sungai Citarum ini juga akan memberikan dampak postif bagi pembangkit renewable energy IP yaitu PLTA Saguling yang memanfaatkan aliran air sungai citarum sebagai sumber energi primernya. “Dengan penggunaan renewable energy dan pengembangan komunitas di dalamnya, maka kami yakin Indonesia Power akan leading di bidang renewable energy,” imbuhnya.
Dalam kegiatan International Virtual Course ini PT Indonesia Power memperkenalkan proses bisnis di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling serta memaparkan inisiatif korporasi dalam menjaga sustainability PLTA Saguling dalam kerangka corporate social responsibility (CSR). Program yang diperkenallkan antara lain Biomas Operating System of Saguling (BOSS), bank sampah, kerajinan bambu serta program lain yang terintegrasi dengan tata kelola PT Indonesia Power Saguling POMU.
Sementara itu Dosen Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung Arie Wibowo, yang juga sebagai Ketua Tim Pendamping mengucapkan terima kasihnya kepada IP yang telah berpartisipasi dalam kegiatan International Virtual Course 'Global Challenge Engineering Design' dengan tema permasalahan lingkungan dan energi di Sungai Citarum.
“Kami datang untuk melakukan site visit ke fasilitas BOSS Saguling dan juga beberapa program Corporate Social Responsibility (CSR) lainnya adalah untuk buy-in problem di lapangan, serta melihat secara langsung implementasi dan upaya yang telah dilakukan Indonesia Power dalam mengatasi masalah sampah dan eceng gondok," ujar Arie Wibowo.
International Virtual Course “Global Challenges Engineering Design” merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB bersama University of Manchester (UoM) yang diikuti oleh mahasiswa dari kedua universitas tersebut. Pada kegiatan site visit, peserta dari ITB diajak untuk berkunjung ke lokasi Biomas Operating System Of Saguling (BOSS) untuk melihat demo pembuatan Solid Recovered Fuel (SRF), melihat lokasi penarikan eceng gondok dan proses pengeringannya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan kunjungan lapangan ke Bank Sampah Sukamaju Sejahtera yang merupakan UMKM Mitra Binaan Saguling POMU pengolah limbah plastik menjadi batako dan furnitur (waste to furniture) serta Mitra Binaan Eceng (pengolahan eceng gondok untuk produk pakan ternak atau hyacinth to animal feed).
