Listrik Indonesia | Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Eddy Soeparno mengungkapkan bahwa agenda Conference of the Parties (COP29) yang diselenggarakan di Baku, Azerbaijan, bisa menjadi momentum bagi Indonesia untuk mewujudkan ketahanan energi nasional. Hal tersebut ia ungkapkan kepada Listrik Indonesia, dikutip Kamis (14/11/2024).
“Kami melihat bahwa tema besar di dalam COP ini sejalan dengan program Presiden Prabowo, yaitu pertama untuk meningkatkan ketahanan energi Indonesia, kedua untuk melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan, yaitu dengan tetap memegang teguh azas energi berkelanjutan, energi baru terbarukan, untuk mendukung program pembangunan kita yang bertagetkan tingkat pertumbuhan yang tinggi,” ungkapnya.
COP29 sendiri diselenggarakan selama sebelas hari, mulai Senin, (11/11/2024) hingga Jumat, (22/11/2024).
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa COP29 juga momentum yang sangat penting bagi negara-negara di seluruh dunia untuk memperkuat komitmen mereka dalam menangani krisis iklim.
Acara ini, menurutnya, berlangsung pada saat yang kritis, ketika perubahan iklim menjadi semakin serius dan mendesak penanganan lebih lanjut.
“Para pesertanya itu perlu dilakukan secara kolektif, agar proses pelaksanaan krisis iklim ini dilaksanakan dengan manajemen krisis, bukan business as usual,” ujarnya.
COP29 dihadiri oleh negara-negara yang memiliki program transisi energi besar, seperti Indonesia, Brazil, serta negara-negara dari Asia dan Afrika yang diharapkan mendapatkan bantuan dari negara-negara maju guna mempercepat proses transisi energi.
“Kita melihat di sini juga bahwa pelaksanaan COP29 ini dihadiri oleh negara-negara yang dimiliki program transisi energi yang besar, seperti Indonesia, Brazil dan ada juga negara-negara di Asia dan juga di Afrika yang juga ikut partisipasi dengan harapan bahwa mereka akan mendapatkan komitmen dari negara-negara maju, khususnya dari aspek teknis, dari aspek keuangan, untuk bisa mempercepat proses transisi energi,” jelasnya.