Current Date: Minggu, 15 Februari 2026

Kejar Energi Bersih, PT Bukit Asam Gencarkan Diversifikasi Bisnis

Kejar Energi Bersih, PT Bukit Asam Gencarkan Diversifikasi Bisnis
PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) meneguhkan posisinya sebagai perusahaan energi yang berfokus pada keberlanjutan dan kepedulian lingkungan. (Dok: PTBA)

Listrik Indonesia | Direktur Pengembangan Usaha PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), Rafli Yandra mengungkapkan berbagai langkah perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah batu bara serta memajukan teknologi di bidang energi baru dan terbarukan (EBT). Salah satu langkahnya adalah Melalui kerja sama dengan Badan Riset & Inovasi Nasional (BRIN) dan perguruan tinggi. Hal tersebut ia ungkapkan melalui siaran pers, Jumat (12/01/2023).

"Terobosan-terobosan diperlukan untuk mencapai visi menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan. Kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak dibutuhkan untuk menyukseskan transformasi PT Bukit Asam Tbk. Kami berharap kerja sama dengan berbagai pihak bisa melahirkan inovasi yang menciptakan bisnis berkelanjutan," ungkapnya.

Diversifikasi Bisnis Menuju Net Zero Emission

Selain bisnis batu bara, PTBA terlibat dalam budidaya kaliandra merah di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, pada lahan seluas 80 hektar. Rafli menjelaskan bahwa kaliandra merah tersebut akan diolah menjadi wood pellet, menjadi bahan bakar campuran batu bara (cofiring) di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). 

"Budidaya kaliandra merah juga menjadi salah satu wujud reklamasi dalam bentuk lain yang dilakukan oleh Perusahaan. Hal ini merupakan upaya PTBA dalam mendukung transisi energi demi mencapai target Net Zero Emission pada 2060 yang ditetapkan Pemerintah," katanya.

PLTU dengan Teknologi Pengurangan Emisi

Pada tanggal 7 Oktober 2023, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Sumsel-8 (2x621,72 MW) berhasil mencapai status Commercial Operation Date (COD) atau telah mulai beroperasi secara komersial. Pembangkit ini menggunakan teknologi Supercritical Steam Generator yang efisien dan ramah lingkungan, serta menerapkan teknologi Flue Gas Desulfurization (FGD) untuk mengurangi emisi gas buang.

Kerja Sama Strategis di Bidang Transportasi

Selanjutnya, PTBA menjalin kerangka kerja sama pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim Baru–Keramasan dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI pada 12 Oktober 2023. Proyek ini mencakup peningkatan kapasitas angkutan batu bara hingga 20 juta ton per tahun dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk PT KAI, PT Kereta Api Logistik (Kalog), dan PTBA.

"Berbagai langkah untuk mendorong inovasi dan pengembangan di tahun 2023 akan terus kami lanjutkan di tahun ini. PTBA berkomitmen untuk terus berkontribusi pada ketahanan energi, pembangunan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

Index

Berita Lainnya

Index