Current Date: Minggu, 15 Februari 2026

Inovasi PLN EPI di Balik Keamanan Pasokan Batu Bara

Inovasi PLN EPI di Balik Keamanan Pasokan Batu Bara
Batu bara menjadi komponen penting dalam keandalan listrik. (Dok: @businessrecorder)

Listrik Indonesia | Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Iwan Agung Firstantara mengungkapkan keamanan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik melebihi 20 HOP Hours of Plant (HOP). Pencapaian ini berkat transformasi bisnis yang melibatkan digitalisasi dan integrasi sistem monitoring. Hal tersebut ia ungkapkan, Senin (05/08/2024).

"PLN EPI memastikan pasokan energi primer terjamin dengan monitoring pasokan yang terintegrasi dengan Minerba Online Monitoring System (MOMS) milik Ditjen Minerba hingga perbaikan infrastruktur. Hal ini penting untuk menjamin pasokan listrik yang andal untuk seluruh masyarakat," ungkapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan batubara dalam periode 2024-2026, PLN EPI telah menindaklanjuti Penugasan Sumber Tambang sesuai Surat Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, B-1839/MB.05/DBB.OP/2023, tanggal 2 Desember 2023. 

Sistem pasokan batu bara Domestic Market Obligation (DMO) dengan harga USD 70 per metrik ton berperan penting dalam menjaga tarif listrik tetap terjangkau.

PLN EPI juga melakukan pembaruan kontrak dari jangka pendek menjadi jangka panjang dengan penambang, sebagai strategi untuk mendapatkan kepastian pasokan batu bara. 

Pada tahun 2023, pencapaian batubara DMO mencapai 176,80 juta ton dan target untuk 2024 adalah 181,30 juta ton.

Pembangkit di wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali) memiliki stok rata-rata batubara sebesar 25,7 HOP, wilayah Sumatera-Kalimantan (Sumkal) sebesar 19,6 HOP dan wilayah Sulawesi-Maluku-Papua-Nusa Tenggara (Sulmapana) sebesar 32,4 HOP.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#PLN EPI

Index

Berita Lainnya

Index