Listrik Indonesia | PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong kesetaraan dan pemberdayaan perempuan di lingkungan kerja melalui peringatan Hari Ibu 2025. Bersama Srikandi dan Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK) PLN EPI, perusahaan menggelar seminar bertema Beyond The Balance: Mengoptimalkan Peran Menjadi Ibu, Menjadi Profesional, Menjadi Diri Sendiri di Gedung Centennial Tower, Jakarta. Dikutip Kamis, (1/1/2026).
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang refleksi sekaligus inspirasi bagi para Srikandi PLN EPI dalam memaknai peran ganda perempuan. Tidak hanya soal menyeimbangkan tanggung jawab keluarga dan karier, seminar ini mengajak peserta melihat peran tersebut sebagai sumber kekuatan dan keberdayaan yang dapat mendorong kebahagiaan serta keberlanjutan dalam kehidupan pribadi maupun profesional.
Ketua Srikandi PLN Energi Primer Indonesia, Erma Melina Sarahwati, yang juga menjabat Direktur Gas dan BBM PLN EPI, menyampaikan bahwa Srikandi secara konsisten menghadirkan berbagai program penguatan perempuan secara menyeluruh. Menurutnya, pengembangan kapasitas perempuan tidak bisa dilepaskan dari aspek kesejahteraan, kesehatan mental, serta dukungan lingkungan kerja yang aman dan saling menghargai.
Ia menjelaskan, program-program Srikandi PLN EPI mencakup kepedulian terhadap kesehatan, edukasi anak, aksi lingkungan, hingga inisiatif yang mendorong terciptanya budaya kerja inklusif. Upaya tersebut diharapkan menjadi fondasi agar perempuan dapat terus bertumbuh dan berkontribusi secara berkelanjutan.
Pembina Srikandi PLN EPI yang juga Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi, Dedeng Hidayat, menilai peringatan Hari Ibu sebagai momentum strategis untuk memberikan apresiasi sekaligus penguatan peran perempuan di dalam organisasi. Ia menegaskan bahwa kontribusi perempuan merupakan bagian penting dari strategi perusahaan dalam menjaga kinerja dan keberlanjutan bisnis.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Harian Srikandi PLN yang juga Direktur Utama PT PLN Enjiniring, Chairani Rachmatullah. Ia menekankan bahwa penguatan peran perempuan sejalan dengan agenda sosial dan tata kelola perusahaan. Menurutnya, pengembangan human capital, termasuk optimalisasi potensi perempuan, menjadi kunci dalam menciptakan nilai tambah bagi perusahaan.
Dukungan terhadap perempuan pekerja juga datang dari komunitas internal. Pengurus PIKK PLN EPI, Isty Sustianti, menyampaikan bahwa peran keluarga, rekan kerja, serta komunitas internal memiliki kontribusi besar dalam menjaga kesejahteraan perempuan, terutama mereka yang menjalani peran ganda.
Seminar ini turut menghadirkan sesi talkshow dengan narasumber Nucha Bachri, CEO dan Co-Founder Parentalk.id, serta Olphi Disya Arinda, M.Psi. Keduanya membahas dinamika peran ibu dan profesional dari sudut pandang psikologis maupun praktik keseharian. Dalam diskusi tersebut, ditekankan pentingnya menjaga kestabilan diri, pikiran, dan energi agar perempuan dapat menjalani setiap peran secara sehat dan berkelanjutan.
Nucha menekankan bahwa seluruh peran yang dijalani perempuan memiliki nilai yang sama penting dan perlu saling mendukung. Sementara Disya menggarisbawahi bahwa tantangan utama sering kali bukan jumlah peran, melainkan konflik di antara peran tersebut, sehingga kesadaran akan kapasitas fisik dan emosional menjadi kunci pengelolaannya.
Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari Srikandi PLN EPI Grup dan anggota PIKK. Melalui seminar ini, PLN Energi Primer Indonesia berharap dapat memperkuat kepercayaan diri, resiliensi, serta kesejahteraan mental perempuan pekerja sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan organisasi.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PLN EPI kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kesetaraan gender, pengembangan talenta perempuan, serta penciptaan lingkungan kerja yang inklusif dan berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan.
PLN EPI Perkuat Peran Srikandi di Dunia Kerja
PLN EPI Gelar Seminar Dalam Dunia Kerja

