PLN Targetkan 10 Juta Ton Biomassa pada 2025

PLN Targetkan 10 Juta Ton Biomassa pada 2025
PLN Genjot Produksi Biomassa/Dok. PLN

Listrik Indonesia | PT PLN (Persero) terus mempertegas komitmennya untuk mendukung pemerintah dalam menurunkan emisi karbon dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui energi bersih. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pengembangan ekosistem energi biomassa yang dianggap sebagai kunci utama dalam mencapai target tersebut. 

Anggota DPR RI, Eddy Soeparno, menyatakan bahwa untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 7-8%, Indonesia memerlukan suplai energi yang besar. Menurutnya, sangat penting bagi Indonesia untuk memiliki ekosistem energi nasional yang bergantung pada sumber energi yang berkelanjutan, salah satunya biomassa. 

"DPR bersama pemerintah telah menyetujui Rancangan Peraturan Pemerintah terkait Kebijakan Energi Nasional (RPP KEN), yang salah satunya mencakup peningkatan penggunaan biomassa atau bahan bakar nabati (BBN). Langkah ini diambil untuk mengembangkan sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan," kata Eddy dalam acara Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Green Talk bertajuk "Strategi Penjaminan Penyediaan Bahan Baku dan Peningkatan Keekonomian untuk PLTBm", Senin (30/9). 

Ia juga menekankan bahwa dalam penerapan RPP KEN, keseimbangan antara ketahanan energi dan ketahanan pangan harus dijaga. Dengan pendekatan yang tepat, upaya ini diharapkan akan menciptakan ekonomi sirkular yang berkelanjutan, baik bagi masyarakat maupun lingkungan. 

"Ekonomi sirkular ini penting untuk digerakkan, dan membutuhkan partisipasi semua pemangku kepentingan, termasuk METI," ujarnya. 

Dari sisi pemerintah, Trois Dilisusendi, Koordinator Investasi dan Kerja Sama Bioenergi EBTKE Kementerian ESDM, menyampaikan bahwa pemerintah sangat mendukung inisiatif PLN dan METI untuk terus mendorong pemanfaatan energi terbarukan, khususnya biomassa. Ia menyebutkan bahwa potensi biomassa di sektor kelistrikan mencapai 57 gigawatt (GW). 

"Bioenergi memiliki potensi yang sangat luas, tidak hanya untuk kelistrikan tetapi juga untuk transportasi sebagai pengganti bahan bakar minyak," jelas Trois. 

Senada dengan itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa PLN berkomitmen mendukung upaya penurunan emisi karbon di sektor kelistrikan, salah satunya dengan membangun ekosistem biomassa. PLN telah memanfaatkan biomassa sebanyak 3 juta ton dalam program _co-firing_ di 46 PLTU hingga triwulan ketiga 2024, dan berhasil menurunkan emisi karbon hingga 3,2 juta ton CO2e. 

"Program ini tidak hanya berdampak positif pada lingkungan tetapi juga memberikan nilai ekonomi sebesar Rp2 triliun per tahun bagi masyarakat, dan melibatkan lebih dari 250 ribu orang," tambah Darmawan. 

Ke depan, PLN menargetkan pemanfaatan biomassa mencapai 10 juta ton pada 2025 untuk mendukung 52 PLTU milik PLN. Sementara itu, Ketua Umum METI, Wiluyo Kusdwiharto, menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, baik BUMN maupun swasta, untuk mengembangkan lahan energi dan memanfaatkan limbah sebagai bahan baku biomassa. 

“Potensi biomassa di Indonesia sangat besar, dan ini adalah kekuatan energi kita. Yang perlu dilakukan adalah bagaimana memanfaatkannya secara optimal,” tutup Wiluyo.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#PLN

Index

Berita Lainnya

Index