Listrik Indonesia | Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa hingga Desember 2024, bauran energi baru mencapai 14%, sementara target nasional 2024 adalah 19%. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) mengenai Reviu Peta Jalan Hidrogen dan Amonia Nasional (RHAN) serta peluncuran Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2025 di Jakarta, Selasa (17/12/2024).
Agenda FGD dan peluncuran GHES tersebut didampingi oleh Dirjen EBTKE, Eniya Listyani Dewi dan Agustanhakri.
GHES rencananya akan digelar pada 16-18 April 2025 di Jakarta Convention Center, Senayan.
"Energy mix (bauran energi) yang disampaikan sama Bu Dirjen (EBTKE) capainya adalah 14%.Kita tahun 2024 ini targetnya sebenarnya adalah 19%, masih ada gap jadi kita perlu melakukan percepatan-percepatan," ungkapnya.
Sebagai langkah strategis untuk mengejar target EBT, pemerintah menargetkan pengembangan energi hidrogen dan amonia. Kedua sumber energi ini dipandang sebagai solusi ramah lingkungan untuk mempercepat transisi energi nasional.
Pemerintah, melalui Kementerian ESDM, berencana memanfaatkan momen Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2025 yang melibatkan pemimpin industri. Pertemuan ini menjadi platform untuk mempercepat kerja sama internasional dan inovasi teknologi, serta memperluas pemanfaatan hidrogen sebagai salah satu pilar EBT.
"Kementerian ESDM bersama dengan Indonesian Full Cell and Hydrogen Energy (IFHE) menjalankan Global Hydrogen Ecosystem Summit pada tahun 2025 yang akan menjadi momentum pertemuan utama para pemimpin industri,pembuat kegiatan, dan inovator untuk membentuk masa depan hidrogen," katanya.
Menurut Yuliot, pengembangan hidrogen dan amonia tidak hanya bertujuan untuk mendukung transisi energi tetapi juga berpotensi besar menarik investasi asing.
Ia juga mencontohkan penerapan hidrogen di berbagai industri, seperti petrokimia, yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi. Program ini diharapkan dapat mendiversifikasi pemanfaatan hidrogen.
"Ya justru dengan adanya program Hidrogen sebagai energi, itu ya justru kita bisa memanfaatkan hidrogen ini untuk keperluan lain,” pungkasnya.
