Bos MIND ID: Produk Hilirisasi Melimpah, Tapi Industri Lokal Malah Melempem!

Bos MIND ID: Produk Hilirisasi Melimpah, Tapi Industri Lokal Malah Melempem!
Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso/Dok.KDR

Listrik Indonesia | Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso, mengungkapkan keprihatinannya terhadap minimnya serapan produk hilirisasi pertambangan mineral oleh industri manufaktur dalam negeri. Menurut Hendi, kondisi ini berpotensi menghambat optimalisasi nilai tambah dari produk tambang yang telah melalui proses hilirisasi. 

Sebagai informasi, MIND ID adalah BUMN Holding sektor pertambangan yang beranggotakan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Timah Tbk (TINS), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), dan PT Freeport Indonesia (PTFI). 

Hendi menegaskan, pihaknya siap menjadi pilar utama dalam upaya hilirisasi pertambangan demi mendukung visi Indonesia Emas 2045. Ia juga memaparkan sejumlah capaian penting yang telah dicapai oleh anak usaha MIND ID di bidang hilirisasi. 

Capaian Hilirisasi Anak Usaha MIND ID 

Hendi menjelaskan bahwa PT Timah Tbk telah memproduksi Tin Powder dan Tin Soldier sebagai bagian dari upaya hilirisasi. Di sisi lain, PT Aneka Tambang Tbk bersama PT Inalum telah berkolaborasi dalam pengolahan bauksit hingga menjadi aluminium murni melalui smelter alumina, yang menjadi tonggak sejarah bagi industri aluminium Indonesia. 

Antam juga telah melakukan hilirisasi di wilayah Pomalaa dan Halmahera Timur dengan membangun smelter yang mendukung ekosistem kendaraan listrik (EV). Sementara itu, PT Vale Indonesia Tbk telah mengoperasikan smelter di Sorowako dan sedang mengembangkan proyek serupa di lokasi lain. Adapun PT Freeport Indonesia berhasil menyelesaikan pembangunan smelter tembaga di Gresik, Jawa Timur. 

Meski mencatat berbagai capaian, Hendi mengaku prihatin karena produk hilirisasi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh industri manufaktur nasional. "Kami sedikit cemas melihat industri manufaktur dalam negeri belum terlalu berkembang untuk memanfaatkan bahan baku yang telah kami produksi," ungkapnya dalam acara MINDialogue di Jakarta, Kamis (9/1/2024). 

Menurut Hendi, keberhasilan hilirisasi memerlukan dukungan dari program industrialisasi yang sejalan. Ia berharap ada kerja sama strategis antara sektor pertambangan dan industri manufaktur untuk meningkatkan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. 

"Sayang sekali jika bahan baku yang sudah diolah tidak dimanfaatkan lebih lanjut di dalam negeri. Kolaborasi yang lebih erat antara sektor pertambangan dan industri manufaktur akan membawa manfaat besar bagi ekonomi Indonesia," tutupnya.(KDR)

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#MIND ID

Index

Berita Lainnya

Index