Pendapatan Anjlok, TBS Fokus Alihkan Arah ke Bisnis Hijau

Pendapatan Anjlok, TBS Fokus Alihkan Arah ke Bisnis Hijau
TBS Beralih Bisnis ke Pengelolaan Sampah

Listrik Indonesia | PT TBS Energi Utama Tbk (TBS) mencatat penurunan pendapatan signifikan pada Semester I 2025 seiring strategi perusahaan melepas aset pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) demi mempercepat transformasi menuju bisnis berkelanjutan.

Sepanjang enam bulan pertama 2025, pendapatan konsolidasian TBS turun drastis menjadi USD 172,2 juta, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD 248,7 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya volume penjualan batu bara dari 1,7 juta ton menjadi hanya 0,7 juta ton, serta anjloknya harga jual rata-rata dari USD 83 menjadi USD 52,9 per ton.

Perusahaan juga membukukan rugi bersih sebesar USD 115,3 juta. Mayoritas kerugian ini berasal dari pencatatan rugi non-kas senilai USD 96,9 juta imbas divestasi dua entitas anak usaha di sektor PLTU, yakni PT Minahasa Cahaya Lestari (MCL) dan PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP).

Meski demikian, dari divestasi tersebut, TBS berhasil memperoleh pemasukan kas sebesar USD 123,6 juta yang dinilai dapat memperkuat struktur keuangan perusahaan di tengah masa peralihan bisnis.

“Kami berada di titik strategis untuk mereposisi portofolio dan mengarahkan fokus ke pengembangan usaha yang lebih ramah lingkungan serta berdampak positif bagi masyarakat,” ujar Direktur TBS, Juli Oktarina, dalam keterangannya, Kamis (31/7/2025).

Di tengah transisi ini, lini bisnis baru TBS di bidang pengelolaan sampah mulai menunjukkan kinerja menjanjikan. Hingga akhir Juni 2025, segmen tersebut mencatatkan pendapatan sebesar USD 59,6 juta, dengan EBITDA mencapai USD 10 juta. Margin EBITDA sebesar 17% mencerminkan efisiensi operasional yang lebih tinggi dibandingkan bisnis batu bara.

Pencapaian ini dinilai sebagai sinyal awal keberhasilan arah transformasi TBS dan memperkuat posisi sektor pengelolaan limbah sebagai motor pertumbuhan jangka panjang.

Langkah ekspansi TBS di sektor ini juga diperkuat melalui akuisisi Sembcorp Environment Pte. Ltd. pada Maret, diikuti dengan pengambilalihan Sembcorp Enviro Facility Pte. Ltd. pada Mei 2025. Kedua akuisisi ini membuka akses terhadap jaringan dan teknologi pengolahan limbah berskala regional.

“Bisnis pengelolaan sampah menjadi kunci utama dalam perjalanan transformasi kami. Selain menawarkan potensi pertumbuhan yang solid, sektor ini juga membawa dampak positif bagi lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. Dengan kekuatan dan kapabilitas yang kami miliki, kami yakin sektor ini akan menjadi pilar utama pertumbuhan jangka panjang TBS,” tutup Juli.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#PLTU

Index

Berita Lainnya

Index