Daur Ulang Limbah Sawit, PKS Tandun Hasilkan 1,5 MW Listrik

Daur Ulang Limbah Sawit, PKS Tandun Hasilkan 1,5 MW Listrik
Ilustrasi Tempat Pengolahan Sawit

Listrik Indonesia | Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tandun yang dikelola oleh PTPN IV Regional III di Kabupaten Kampar, Riau, sukses mengubah limbah cair sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi sumber energi listrik. Pemanfaatan limbah ini telah berlangsung sejak tahun 2013, menjadikannya salah satu contoh nyata praktik industri berkelanjutan di sektor perkebunan kelapa sawit. 

Menurut Head of Project Management Office PTPN IV Regional III, Masrukin, pemanfaatan limbah cair sawit dilakukan melalui instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dengan kapasitas total mencapai 1,5 megawatt. Energi yang dihasilkan tidak hanya digunakan untuk operasional internal, tetapi juga memperkuat kontribusi perusahaan dalam mengurangi jejak karbon. 

“Seluruh aktivitas di PKS Tandun dijalankan dengan mematuhi regulasi lingkungan yang berlaku. Kami menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan, termasuk melalui pengelolaan limbah cair yang ramah lingkungan,” ujarnya. 

Masrukin menambahkan, instalasi PLTBg yang dimiliki PKS Tandun telah dilengkapi dengan teknologi modern dan beroperasi sesuai standar baku mutu lingkungan yang ditetapkan pemerintah. Limbah cair yang dulunya tidak memiliki nilai ekonomi kini dimanfaatkan menjadi energi terbarukan yang mendukung operasional pabrik inti sawit (Palm Kernel Oil/PKO) yang berdekatan dengan Kebun Tandun. 

Inisiatif ini, menurutnya, merupakan bagian dari upaya menciptakan ekonomi sirkular dan berkontribusi dalam target nasional pengurangan emisi gas rumah kaca. Hal ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia menuju net zero emission pada tahun 2060 sebagaimana tertuang dalam Paris Agreement. 

“Tidak ada limbah yang terbuang. Kami ubah limbah tersebut menjadi sumber energi terbarukan untuk mendukung kebutuhan pabrik. Ini merupakan wujud nyata dari komitmen kami dalam menerapkan prinsip keberlanjutan di setiap lini operasional,” kata Masrukin. 

Sebagai informasi, PTPN IV Regional III dikenal cukup progresif dalam investasi energi terbarukan. Hingga kini, perusahaan telah memiliki enam instalasi biogas yang dimanfaatkan baik untuk kebutuhan listrik maupun sebagai bahan bakar campuran (co-firing).

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Sawit

Index

Berita Lainnya

Index