Listrik Indonesia | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Pemerintah terus memperluas akses listrik bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan rumah tangga kurang mampu. Hal tersebut ia ungkapkan dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Tahun 2025 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Gedung KESDM, dikutip pada Minggu (11/01/2026).
Sepanjang tahun 2025, dua program utama yakni Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) menunjukkan capaian signifikan.
Program Lisdes berhasil melistriki 77.616 pelanggan di 1.516 lokasi desa yang sebelumnya belum terjangkau jaringan listrik.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong pemerataan infrastruktur energi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Sementara itu, program BPBL mencatat capaian 205.968 rumah tangga yang telah menerima bantuan pemasangan listrik baru hingga 31 Desember 2025.
- Baca Juga Sulteng Siap Mandiri Energi
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mempercepat elektrifikasi desa di seluruh Indonesia. Hal tersebut ia ungkapkan di Kompleks Istana Kepresidenan, dikutip pada Rabu (07/01/2026).
Prasetyo menjelaskan bahwa arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam agenda retret Kabinet Merah Putih yang digelar di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dalam pertemuan tersebut, isu pemerataan akses listrik menjadi salah satu perhatian utama Presiden.
Menurut Prasetyo, Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden masih terdapat 5.700 desa di Indonesia yang hingga saat ini belum teraliri listrik.
“Kemudian juga beliau (Menteri ESDM Bahlil Lahadalia) melaporkan mengenai yang salah satu concern bapak presiden adalah berkenaan dengan masih adanya 5.700 desa yang sampai hari ini belum teraliri listrik,” kata Prasetyo dalam keterangan pers.
Presiden Prabowo, lanjut Prasetyo, meminta agar upaya elektrifikasi desa tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sesingkat mungkin. Ia menekankan pentingnya percepatan penyambungan listrik untuk mengejar ketertinggalan yang masih ada.
