RESD Fase II Jadi Strategi ESDM Siapkan Tenaga Kerja Transisi Energi

RESD Fase II Jadi Strategi ESDM Siapkan Tenaga Kerja Transisi Energi
Peluncuran Renewable Energy Skills Development (RESD) Fase II pada Rabu (21/01/2026).

Listrik Indonesia | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) sektor energi baru terbarukan melalui peluncuran Renewable Energy Skills Development (RESD) Fase II pada Rabu (21/01/2026). 

Program ini disiapkan sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam mendukung transisi energi nasional serta pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060.

RESD Fase II merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swiss yang berfokus pada penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi di bidang energi terbarukan agar selaras dengan kebutuhan industri. Program ini dirancang untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi teknis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta relevan dengan kebutuhan sektor energi bersih.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ESDM, Prahoro Nurtjahyo, menyampaikan bahwa kesiapan SDM menjadi faktor penting dalam keberhasilan transisi energi. Menurutnya, RESD Fase II diarahkan untuk memperkuat ekosistem pengembangan SDM melalui kolaborasi lintas sektor.

"Melalui RESD Fase II, kita membangun ekosistem pengembangan SDM dan kolaborasi yang menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan talenta energi terbarukan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap memimpin perubahan," ujarnya.

Prahoro menjelaskan bahwa pelaksanaan RESD Fase II dilandasi oleh capaian pada fase sebelumnya yang berlangsung sejak Desember 2020 hingga Juli 2025. Pada periode tersebut, program RESD menghasilkan 450 lulusan sarjana terapan teknik dengan spesialisasi energi terbarukan.

"Pada fase I, program RESD melatih 386 teknisi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di sembilan provinsi, meningkatkan kapasitas 214 dosen dan instruktur, membangun lebih dari 100 kolaborasi strategis dengan industri, serta mencatat tingkat serapan kerja lulusan politeknik mencapai 80 persen," jelasnya.

Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Olivier Zehnder, menyatakan bahwa Indonesia dan Swiss memiliki pandangan yang sejalan mengenai peran tenaga kerja terampil dalam mendukung transisi energi. Ia menilai RESD sebagai bentuk investasi bersama dalam penguatan SDM energi terbarukan.

"Dengan dukungan Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO), RESD menjadi wujud investasi bersama dalam pengembangan SDM energi terbarukan, tidak hanya melalui transfer keahlian, tetapi juga penguatan kapasitas kelembagaan secara berkelanjutan. Kemitraan ini mendukung upaya Indonesia mencapai target NZE 2060 secara inklusif," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Khairul Munadi, menekankan bahwa penguatan SDM merupakan elemen kunci dalam transisi energi nasional. Ia menyebut RESD berperan dalam menyelaraskan sistem pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri energi.

"RESD tidak hanya berfokus pada pengembangan kurikulum, tetapi juga membangun sistem pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri, termasuk integrasi pendidikan formal dan nonformal dalam pengembangan green skills. Melalui RESD, kami memperkuat peran pendidikan vokasi sebagai pilar pembangunan SDM transisi energi, mendorong kemitraan antara kampus, industri, dan mitra internasional, serta menjadikan program ini sebagai referensi praktik baik yang dapat direplikasi secara nasional," ujar Khairul.

Pada periode 2025–2028, RESD Fase II akan diperluas ke 19 politeknik dan lembaga pelatihan di bawah naungan Kementerian ESDM, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Kementerian Ketenagakerjaan yang tersebar di 15 provinsi. Fokus pengembangan mencakup perluasan teknologi, termasuk penyimpanan energi baterai, penguatan kurikulum berbasis industri, penyediaan fasilitas laboratorium berstandar industri, serta pengarusutamaan kesetaraan gender.

Melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan keterlibatan industri, Kementerian ESDM menargetkan RESD Fase II dapat meningkatkan kesiapan kerja lulusan sekaligus memperkuat kontribusi SDM nasional dalam mendukung transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Transisi Energi

Index

Berita Lainnya

Index