Listrik Indonesia | President Director Mitsubishi Power Indonesia, Nobuhiro Kawai mengungkapkan bahwa perusahaan memiliki peta jalan teknologi untuk mendukung upaya dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan. Hal tersebut ia ungkapkan dalam Majalah Listrik Indonesia Edisi 110, dikutip pada Rabu (28/01/2026).
Kawai menjelaskan, sebagai penyedia teknologi pembangkitan, Mitsubishi Power Indonesia berperan aktif dalam pengembangan turbin gas berbahan bakar hidrogen dan amonia guna mendukung pencapaian target Net Zero Emission CO? pada 2030. Saat ini, pengembangan teknologi co-firing hidrogen hingga 30 persen pada turbin gas telah diselesaikan dan dinyatakan siap untuk diaplikasikan.
Ia juga menyoroti kondisi pembangkit listrik di Indonesia yang secara kapasitas tergolong besar, namun sebagian telah memasuki usia operasional yang cukup tua. Sekitar 40 persen turbin gas berkapasitas besar tercatat telah beroperasi lebih dari 25 tahun.
“Pembangkit listrik berusia tua memiliki aspek negatif seperti meningkatkan biaya karena pemeliharaan dan perbaikan yang lebih sering, ataupun konsumsi gas berlebih karena efisiensi rendah dan pengeluaran lain seperti pemenuhan regulasi dan sebagainya. Jadi saya pikir mengganti (pembangkit tua) tersebut dengan turbin gas mutakhir adalah salah satu solusi,” ujarnya.
Selain faktor usia pembangkit, Kawai menilai ketersediaan gas bumi ke depan berpotensi semakin terbatas. Kondisi ini dipengaruhi oleh risiko ketidakseimbangan antara laju eksplorasi dan produksi gas dengan pertumbuhan konsumsi gas untuk sektor ketenagalistrikan, yang juga harus bersaing dengan kebutuhan gas sektor industri. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penggunaan turbin gas berteknologi tinggi dengan tingkat efisiensi yang lebih baik.
Untuk mendukung keberlanjutan operasional pembangkit eksisting, Mitsubishi Power Indonesia juga berkomitmen memberikan layanan pemeliharaan dan optimalisasi jangka panjang, baik untuk pembangkit listrik tenaga gas maupun batu bara.
“Mitsubishi Power berkontribusi dalam memaksimalkan nilai aset pelanggan dengan menyediakan berbagai solusi untuk kebutuhan pasar tenaga listrik yang terus berkembang. Untuk pembangkit listrik gas yang telah beroperasi, kami meningkatkan fleksibilitas, optimalisasi kinerja dalam operasi berbagai beban, dan peningkatan daya tahan untuk operasi DSS,” katanya.
Di sisi lain, Mitsubishi Power Indonesia masih mendukung pengoperasian pembangkit listrik tenaga batu bara, khususnya dalam konteks pemanfaatan batu bara low rank untuk kebutuhan domestik. Kawai menyebutkan, perusahaan melakukan studi kelayakan untuk menilai dampak pembakaran batu bara berkualitas rendah, mengidentifikasi sistem yang terdampak, serta mengusulkan langkah modifikasi yang diperlukan.
“Kami juga menyediakan burner berkualitas tinggi dan VVVF motor untuk pulverizer sebagai upaya untuk meningkatkan fleksibilitas operasi untuk operasi beban rendah,” ujarnya.
Melalui pendekatan teknologi turbin gas rendah emisi, optimalisasi pembangkit eksisting, serta dukungan terhadap pembangkit batu bara, Mitsubishi Power Indonesia menempatkan peta jalan teknologinya sebagai bagian dari strategi transisi menuju sistem ketenagalistrikan yang lebih efisien dan rendah karbon.

