Perusahaan Logistik Batu Bara Ini Tawarkan Obligasi

Perusahaan Logistik Batu Bara Ini Tawarkan Obligasi
Ilustrasi Logistik Batu Bara

Listrik Indonesia | PT RMK Energy Tbk (RMKE) menjadi salah satu perusahaan logistik batu bara yang aktif memperkuat pendanaan untuk ekspansi bisnis. Terbaru, emiten berkode RMKE ini menawarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 dengan nilai hingga Rp600 miliar sebagai bagian dari program penghimpunan dana jangka panjang perusahaan.

Penawaran obligasi tersebut terdiri dari dua seri, yakni Seri A sebesar Rp450 miliar dengan bunga tetap 7,75% per tahun berjangka waktu lima tahun dan Seri B senilai Rp150 miliar dengan bunga tetap 8,25% per tahun berjangka waktu tujuh tahun.

"Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan, sementara pelunasan pokok obligasi akan dilakukan secara penuh saat jatuh tempo," tulis Manajemen seperti dikutip, Rabu (11/2/2026).

Dana hasil penerbitan obligasi rencananya digunakan untuk memperkuat operasional dan ekspansi bisnis, terutama melalui anak usaha. Sebagian dana akan disalurkan sebagai pinjaman untuk pengadaan batu bara, kebutuhan modal kerja, hingga belanja modal infrastruktur logistik guna meningkatkan kapasitas pengangkutan dan efisiensi rantai pasok.

Langkah pendanaan ini memperlihatkan posisi RMK Energy sebagai pemain penting dalam ekosistem logistik batu bara nasional. Perseroan berdiri pada 2009 dan berbasis di Sumatera Selatan, dengan fokus utama pada penyediaan jasa logistik batu bara terintegrasi, mulai dari fasilitas bongkar muat kereta api, transportasi darat, hingga layanan pelabuhan.

RMKE melayani perusahaan tambang dengan sistem logistik terpadu dari tambang ke pelabuhan dan tongkang, didukung infrastruktur yang terhubung dengan jaringan kereta api. Perusahaan juga memiliki terminal khusus batu bara swasta yang terintegrasi dengan transportasi kereta api di Sumatera Selatan, yang menjadi salah satu keunggulan kompetitifnya.

Selain jasa logistik, RMK Energy juga menjalankan kegiatan perdagangan batu bara melalui anak usaha, termasuk PT Royaltama Multi Komoditi Nusantara. Model bisnis terintegrasi ini membuat perseroan tidak hanya mengandalkan jasa angkutan, tetapi juga memperoleh nilai tambah dari aktivitas offtake dan distribusi batu bara.

RMK Energy resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Desember 2021 dengan kode emiten RMKE. Sejak menjadi perusahaan publik, perseroan terus memperluas kapasitas logistik dan memperkuat rantai pasok guna menangkap peluang pertumbuhan kebutuhan batu bara domestik, terutama untuk sektor kelistrikan, semen, dan industri.

Melalui penawaran obligasi hingga Rp600 miliar ini, RMK Energy menegaskan strategi ekspansi jangka panjangnya untuk memperkuat infrastruktur logistik, meningkatkan volume angkutan, serta mempertahankan posisinya sebagai penyedia jasa logistik batu bara terintegrasi di Sumatera Selatan dan Indonesia.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#RMK Energy

Index

Berita Lainnya

Index