Bahlil Ungkap Indonesia akan Impor Energi Rp250 Triliun dari AS

Bahlil Ungkap Indonesia akan Impor Energi Rp250 Triliun dari AS
Gambar ilustrasi impor energi.

Listrik Indonesia | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Indonesia akan membeli sejumlah produk energi senilai US$15 miliar atau sekitar Rp250 triliun. Hal tersebut ia ungkapkan usai Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Negara, dikutip pada Kamis (12/02/2026).

Bahlil menjelaskan bahwa rencana pembelian energi tersebut menjadi bagian dari pembicaraan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat. 

“Tadi itu juga dibahas, salah satu yang menjadi komitmen pembicaraan kita untuk trade dengan pihak Amerika itu adalah, kita akan membeli BBM sebesar US$ 15 miliar. Itu dari LPG, kemudian dari crude-nya (Crude Oil), kemudian dari BBM-nya, minyak jadinya, dan itu masuk dalam pembicaraan,” kata Bahlil.

Ia menyebutkan bahwa rencana tersebut berkaitan dengan pakta perdagangan timbal balik atau agreement on reciprocal trade (ART) antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari 2026. Agenda pembelian energi itu, menurutnya, akan menjadi salah satu topik pembahasan dalam kunjungan presiden ke Amerika Serikat.

Selain sektor energi, pemerintah juga mempertimbangkan pembahasan kerja sama bilateral di bidang pertambangan. Namun, Bahlil tidak memaparkan rincian lebih lanjut mengenai potensi kerja sama tersebut.

“Kita equal treatment aja. Katakanlah kalau biarkan mereka ingin melakukan investasi di Indonesia dengan kritikal mineral ataupun termasuk dengan nikel, kita terbuka aja. Kan negara kita negara bebas aktif,” kata Bahlil.

Ia menambahkan bahwa prinsip perlakuan setara menjadi dasar pendekatan pemerintah dalam menjalin kerja sama internasional. “Karena itu kita menyumbangkan equal treatment kepada semua negara, termasuk Amerika Serikat. Dan kalau mereka Insya Allah berminat, kita juga harus memberikan juga sama dengan yang lain,” tambahnya.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#energi

Index

Berita Lainnya

Index