Listrik Indonesia | Sekretaris Perusahaan PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Mamit Setiawan mengungkapkan peran penting PLN EPI sebagai penyedia energi primer dalam mendukung kebutuhan energi nasional. Hal tersebut ia ungkapkan dalam Media Iftar yang diselenggarakan pada Kamis (04/04/2024) di Jakarta.
“Tugas dari pada kami (PLN EPI) adalah sebagai penyedia energi primer, kalau Pak Erick Thohir bilang PLN adalah jantungnya Indonesia, maka PLN EPI adalah jantungnya PLN,” ungkapnya.
Mamit menjelaskan bahwa energi primer yang disediakan oleh PLN EPI menjadi pondasi bagi operasional pembangkit energi.
“Jadi kalau ga ada energi primer ya pembangkitnya ga jalan. Nah, tugas kami lah menyediakan daripada energi primer tersebut, termasuk juga untuk BBM,” katanya.
Dalam menilai kesiapan operasional, Mamit juga mengungkapkan bahwa tingkat kesiapan operasional (HOP) PLN EPI berada dalam kondisi yang sangat baik.
“Dimana ini kalau kita lihat, HOP nya juga sangat bagus ya, semuanya sesuai dengan rata-rata ya, karena rata-rata HOP untuk BBM itu sekitar 10 hari tapi ini kita semua dalam kondisi di atas 10 hari,” ujarnya.
Kesiapan energi primer juga didukung dari sektor minyak dan gas yang juga dalam kondisi aman. Untuk pasokan gas berada di volume 802,84 billion british thermal unit (BBTU) untuk pembangkit di regional Jawa-Madura-Bali, 226,03 BBTU untuk Sumatera, 53,56 BBTU untuk Kalimantan dan 35,86 BBTU untuk Sulawesi. Sedangkan untuk pasokan BBM juga dalam kondisi aman dengan rata-rata cadangan mencapai 14,3 HOP di seluruh wilayah tanah air.
Terakhir, demi menjaga keamanan suplai listrik di momen Idul Fitri 1445 H, PLN telah menetapkan masa siaga Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 1445 H yang di mulai pada 03-19 April 2024. Dalam periode ini PLN menyiagakan sebanyak 2.766 posko di seluruh Indonesia dengan personil yang bertugas sebanyak 81.591 di seluruh Indonesia.