Listrik Indonesia | PT PLN (Persero) melalui Subholding PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pengelolaan sampah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP). Inisiatif ini bertujuan untuk memanfaatkan sampah kota sebagai pengganti batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), sekaligus mengatasi masalah sampah dan mengurangi emisi di pembangkit listrik.
Kerja sama ini resmi dimulai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Juni 2023. Saat ini, telah dilakukan kajian dan studi kelayakan mengenai pengolahan sampah dari TPS 3R Pesanggrahan menjadi BBJP. Setelahnya, kedua belah pihak akan melanjutkan dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama untuk program pengolahan sampah ini. Melalui program ini, sampah organik dari perumahan yang masuk ke TPS Pesanggrahan akan diubah menjadi bahan bakar bernilai ekonomis.
Direktur Utama PLN EPI, Iwan Agung Firstantara, menjelaskan bahwa PLN EPI aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat rantai pasok biomassa. Teknologi co-firing yang digunakan merupakan inovasi penting untuk mengurangi masalah sampah kota sekaligus menekan emisi dengan menggantikan batu bara dengan biomassa. "Teknologi co-firing kami adalah terobosan mutakhir yang tidak hanya menyelesaikan masalah sampah kota, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi emisi di pembangkit listrik," ujar Iwan.
Uji coba penerapan teknologi ini akan dilaksanakan di PLTU Lontar, Tangerang, dengan kemungkinan melibatkan industri semen di sekitar Jakarta. Vice President Produksi dan Rantai Pasok Biomassa PLN EPI, Erfan Julianto, dalam Festival Ekonomi Sirkuler (FES 2024) yang diadakan oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, menyebutkan bahwa uji coba dan commissioning direncanakan berlangsung pada akhir Desember 2024 atau awal Januari 2025.
Erfan menambahkan bahwa limbah yang dikelola dengan baik dapat menjadi sumber keuntungan. PLN EPI memanfaatkan sampah dengan konsep ekonomi sirkuler, di mana sebagian besar limbah pertanian, perkebunan, dan industri perkayuan bisa diubah menjadi bahan bakar, memberikan nilai ekonomi dan pendapatan tambahan bagi masyarakat yang mampu mengelolanya.
Selain itu, kolaborasi masyarakat dalam pengolahan sampah sangat diperlukan. Fahmi, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, menegaskan pentingnya kerjasama antara pemerintah, badan usaha, dan masyarakat dalam mengelola sampah dari hulu hingga hilir. "Dengan kerjasama yang baik, pengelolaan sampah bisa menjadi lebih mudah dan efisien," ujarnya.
PLN EPI juga membuka peluang kerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota di Indonesia untuk membangun ekonomi sirkuler melalui berbagai inisiatif, termasuk penanaman biomassa di lahan kritis, pengelolaan limbah perkebunan, pertanian, dan industri perkayuan, serta pengolahan sampah kota menjadi BBJP untuk co-firing di pembangkit listrik.