Listrik Indonesia | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa terdapat dugaan kepentingan tertentu di balik hambatan yang terjadi dalam proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Hal tersebut ia ungkapkan dalam Peresmian RDMP Balikpapan, dikutip pada Selasa (13/01/2026).
Menurut Bahlil, hambatan tersebut berkaitan dengan adanya pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia mencapai swasembada energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor. Ia menilai kondisi tersebut perlu disikapi secara serius agar tujuan penguatan ketahanan energi nasional dapat tercapai.
“Ternyata ada udang di balik batu, ada pihak yang tidak rela swasembada. Agar impor terus kita akan selesaikan gak lama lagi,” terang Bahlil.
Bahlil juga menjelaskan bahwa proyek kilang yang seharusnya rampung pada awal Mei 2024 mengalami keterlambatan akibat insiden kebakaran di salah satu area fasilitas. Ia menyebut kejadian tersebut sebagai bagian dari dinamika yang dihadapi dalam pelaksanaan proyek strategis nasional tersebut.
“Proyek RDMP Balikpapan ini banyak dramanya. Saya jujur seharusnya udah jadi awal Mei 2024, tapi ini terbakar ada bagian yang dibakar, saya gak ngerti apakah dibakar karena terbakar atau dibakar karena ada faktor lain,” ungkap Bahlil.
Menindaklanjuti insiden tersebut, Bahlil menyatakan telah memerintahkan PT Pertamina (Persero) untuk melakukan investigasi guna mengetahui penyebab kebakaran secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya kejelasan hasil investigasi agar pelaksanaan proyek RDMP Balikpapan tidak kembali menghadapi gangguan serupa di kemudian hari.