Dari Delapan, Hanya Dua Presiden Indonesia yang Pernah Meresmikan RDMP

Selasa, 13 Januari 2026 | 14:27:14 WIB
Prabowo Subianto dan Soeharto.

Listrik Indonesia | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia terakhir kali membangun kilang minyak pada era Presiden Soeharto pada tahun 1994. Hal tersebut ia ungkapkan dalam acara peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, dikutip pada Selasa (13/01/2026).

Bahlil menjelaskan bahwa setelah berakhirnya era Orde Baru yang dipimpin Presiden Soeharto selama 32 tahun, Indonesia baru kembali meresmikan proyek kilang minyak pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dengan demikian, dalam sejarah Indonesia pasca-Orde Baru, hanya terdapat dua presiden yang meresmikan proyek kilang minyak atau Refinery Development Master Plan (RDMP).

"Jadi dalam sejarah bangsa pasca orde baru, cuma dua Presiden yang meresmikan RDMP. Satu adalah Presiden Pak Harto (Seharto, Presiden ke 2 RI) terakhir tahun 1994, dan 32 tahun kemudian Presiden Prabowo Subianto meresmikan RDMP Balikpapan pada 2026," kata Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil menilai proyek RDMP Balikpapan merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang sejalan dengan agenda Asta Cita pemerintah, khususnya dalam upaya memperkuat kemandirian energi nasional. Menurutnya, keberadaan kilang minyak yang terintegrasi menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

Sebagai pembantu Presiden, Bahlil menyatakan akan mendorong berbagai langkah untuk meningkatkan produksi minyak mentah dalam negeri. Upaya tersebut antara lain melalui optimalisasi sumur-sumur tua dengan pemanfaatan teknologi, percepatan proses tender lapangan minyak baru, serta pelaksanaan kebijakan mandatori biodiesel B40.

Tags

Terkini