Indonesia Incar Norwegia Wujudkan Dekarbonisasi Senilai USD 250 juta

Indonesia Incar Norwegia Wujudkan Dekarbonisasi Senilai USD 250 juta
Duta Besar Indonesia untuk Norwegia, Teuku Faizasyah mendorong Norwegia agar mempercepat pelaksanaan investasi sebesar US$ 250 juta (setara dengan Rp 3,9 triliun) dalam upaya dekarbonisasi di Indonesia

Listrik Indonesia | Delegasi Indonesia telah melakukan perjalanan bisnis selama empat hari ke Oslo, Norwegia, pada tanggal 9-12 Oktober 2023. Delegasi Indonesia terdiri dari perwakilan pemerintah, institusi, dan perusahaan-perusahaan Indonesia yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan energi terbarukan. Mereka telah menjalani serangkaian pertemuan bisnis dengan perusahaan-perusahaan Norwegia yang beroperasi di sektor energi terbarukan.

Misi utama delegasi ini adalah untuk mendorong Norwegia agar mempercepat pelaksanaan investasi sebesar US$ 250 juta (setara dengan Rp 3,9 triliun) dalam upaya dekarbonisasi di Indonesia melalui Just Energy Transition Partnership (JETP). 

JETP adalah sebuah kesepakatan yang bertujuan menggalang dana awal sebesar US$ 20 miliar dari pemerintah dan sektor swasta untuk mendukung dekarbonisasi sektor energi Indonesia. Dalam rangka mencapai tujuan ini, berbagai bentuk pendanaan digunakan, termasuk hibah, pinjaman lunak, pinjaman dengan suku bunga pasar, jaminan, dan investasi swasta. Sebagian dari dana yang terhimpun melalui JETP akan dialokasikan untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang masih menggunakan batu bara hingga tahun 2030 dengan total kapasitas mencapai 6,1 gigawatt (GW).

Dalam upaya untuk menarik investasi Norwegia dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia, delegasi yang dipimpin oleh Duta Besar Indonesia untuk Norwegia, Teuku Faizasyah, memfokuskan perhatiannya pada penguatan hubungan bilateral yang sudah kuat antara kedua negara.

Kunjungan bisnis ke Oslo ini adalah hasil kolaborasi antara Kedutaan Besar Republik Indonesia di Oslo (KBRI Oslo) dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Innovation Norway, dan Indonesia Norway Society (INS). Norwegia telah menjadi salah satu negara yang telah berkomitmen untuk memberikan pendanaan dalam kerangka JETP Indonesia, dengan pengumuman komitmen ini terjadi selama pertemuan G-20 di Bali pada November 2022.

Tak hanya itu, rencana kunjungan perusahaan-perusahaan Norwegia ke Indonesia untuk melakukan studi kelayakan lebih lanjut akan menjadi kelanjutan dari pertemuan bisnis ini. Delegasi juga menjalin kerja sama dengan institusi Norwegia seperti Norad dan Norwep (Norwegian Energy Partners) dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor energi terbarukan.

Selama kunjungan ke Oslo, delegasi Indonesia mendapat kesempatan untuk menyaksikan efektivitas penerapan ekonomi sirkular di Norwegia, terutama dalam pengelolaan sampah menjadi sumber energi di Haraldrud. Selain itu, Pemerintah Daerah Sumedang juga mengadakan pertemuan dengan Departemen Iklim Pemerintah Kota Oslo untuk membahas perencanaan tata kota dan pembangunan wilayah yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial.

Kerja sama dalam pengembangan energi terbarukan merupakan salah satu pilar utama dalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Norwegia. Kedua negara telah membentuk Forum Konsultasi Bilateral Energi (FKBE) yang memfasilitasi diskusi dan pertukaran teknologi di sektor energi terbarukan, dengan menggabungkan pengalaman Norwegia dengan potensi Indonesia. 

Pertemuan FKBE ke-9 antara Indonesia dan Norwegia pada Juni 2022 dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Arifin Tasrif, bersama dengan Menteri Perminyakan dan Energi Norwegia, Terje Asland, dan membahas kerja sama di bidang energi terbarukan antara kedua negara.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Energi Terbarukan

Index

Berita Lainnya

Index