Listrik Indonesia | Sektor energi Indonesia tengah menghadapi tantangan serius terkait pasokan gas bumi yang terus menurun. Hal ini terjadi akibat fenomena natural declining dari sumur-sumur migas yang semakin tua, sehingga produksinya kian berkurang. Di sisi lain, permintaan gas bumi justru meningkat seiring target pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok hingga 8% serta upaya pemerintah untuk mencapai kemandirian energi.
Ketua Indonesia Gas Society, Aris Mulya Azof, menyoroti permasalahan ketimpangan antara pasokan dan permintaan gas dalam negeri. Ia mengungkapkan bahwa suplai gas dalam negeri terus mengalami penurunan yang signifikan, terutama dari wilayah-wilayah produksi utama seperti Kepulauan Riau, Sumatera Tengah, dan Sumatera Selatan. “Natural declining ini adalah fenomena yang terjadi secara alami pada seluruh lapangan gas di Indonesia. Beberapa lapangan gas mengalami penurunan drastis, bahkan diprediksi berhenti total pada 2030,” ujarnya dalam video wawancaranya. Kamis, (3/4/2025).
Sementara itu, permintaan gas terus meningkat, terutama dari sektor industri dan kelistrikan. PLN, misalnya, tengah mengembangkan pembangkit listrik berbasis gas sebagai langkah transisi dari batu bara. Namun, upaya ini membutuhkan tambahan pasokan gas dalam jumlah besar, yang kini semakin sulit dipenuhi dari dalam negeri.
Strategi Mengatasi Krisis Pasokan Gas
Dalam menghadapi ketimpangan ini, beberapa langkah strategis perlu segera diambil. Salah satu opsi yang tersedia adalah mengimpor gas dalam bentuk Liquefied Natural Gas (LNG). Menurut Aris, Indonesia sebenarnya memiliki produksi LNG yang cukup, tetapi sebagian besar telah terikat kontrak ekspor jangka panjang selama 20-30 tahun. Mengalihkan ekspor untuk kebutuhan domestik bukanlah perkara mudah karena dapat berujung pada penalti tinggi serta berdampak terhadap reputasi Indonesia di pasar global.
“Alternatif lain yang bisa dilakukan adalah mengimpor LNG dari luar negeri dengan harga yang kompetitif. Namun, hal ini tetap harus mempertimbangkan fluktuasi harga global yang dapat berdampak terhadap biaya energi di dalam negeri,” jelas Aris.
Selain itu, percepatan eksplorasi dan produksi dalam negeri menjadi solusi jangka panjang yang harus segera diimplementasikan. Aris menekankan pentingnya regulasi yang lebih fleksibel agar pengembangan lapangan gas dapat dilakukan dengan lebih cepat. Sebagai contoh, ia menyoroti lapangan gas Abadi di Maluku yang ditemukan pada tahun 2000, namun baru diperkirakan mulai berproduksi pada 2030. Proses pengembangan yang terlalu lama ini perlu diperpendek agar pasokan gas dalam negeri bisa segera ditingkatkan.
Pembangunan infrastruktur gas juga menjadi faktor krusial dalam mendukung stabilitas pasokan. Saat ini, distribusi gas di Indonesia masih terbatas di wilayah-wilayah tertentu yang memiliki infrastruktur memadai. Oleh karena itu, investasi dalam jaringan pipa gas serta fasilitas regasifikasi LNG harus diperluas agar distribusi gas lebih merata dan efisien.
Tantangan Ekonomi dalam Produksi Gas
Selain kendala teknis, faktor ekonomi juga menjadi tantangan utama dalam produksi gas bumi. Aris menjelaskan bahwa banyak lapangan gas yang berlokasi di wilayah terpencil atau laut dalam, sehingga biaya eksplorasi dan produksinya sangat tinggi. Selain itu, kandungan gas yang ditemukan sering kali mengandung impuritas seperti CO2 dan sulfur, yang membutuhkan proses pemurnian tambahan dan meningkatkan biaya produksi.
“Kondisi ini menyebabkan harga jual gas harus lebih tinggi agar tetap menguntungkan bagi produsen. Namun, di sisi lain, industri dalam negeri menginginkan harga gas yang lebih terjangkau, sehingga ada tantangan besar dalam menciptakan keseimbangan harga yang ideal,” ujar Aris.
Dengan berbagai tantangan ini, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan gas bumi di Indonesia. Reformasi kebijakan energi serta investasi di sektor gas harus dipercepat guna memastikan kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi dalam jangka panjang.
Indonesia Terancam Krisis Gas! Apa Solusinya?
Ilustrasi Gas Krisis

