Listrik Indonesia | PT Cikarang Listrindo Tbk. (POWR), salah satu pemain utama di sektor pembangkit listrik swasta, semakin serius menapaki jalur transisi energi. Perusahaan resmi melahirkan anak usaha baru bernama PT Alami Energi Lestari (AEL) pada 8 Agustus 2025, melalui entitas terkendali PT Energi Baik Alami (EBA). Keberadaan AEL telah mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM pada 21 Agustus 2025.
AEL dirancang untuk bergerak di bidang energi bersih, termasuk pengelolaan hutan dan kegiatan pendukung lainnya. Kantornya berlokasi di Jakarta Selatan, dengan mayoritas saham 99,998 persen atau 44.999 lembar dikuasai oleh EBA.
Manajemen POWR menyebutkan langkah ini sebagai bagian dari strategi memperluas portofolio perusahaan di energi baru terbarukan (EBT). Pendirian anak usaha ini akan memperkuat komitmen Cikarang Listrindo dalam pengembangan energi terbarukan secara berkelanjutan, demikian tertulis dalam keterbukaan informasi, Jumat (22/8/2025).
Selama ini, Cikarang Listrindo dikenal sebagai pemasok listrik bagi kawasan industri di Cikarang dengan fokus pada pembangkitan, transmisi, dan distribusi energi. Hadirnya AEL menjadi bukti keseriusan perseroan mendukung program transisi energi nasional dan agenda global menuju dekarbonisasi.
Meski terus memperluas bisnis hijau, POWR tak luput dari persoalan pasokan energi. Perusahaan melaporkan adanya kendala suplai gas dari dua mitra utamanya, yakni PT Pertamina EP (PEP) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS).
Sekretaris Perusahaan Cikarang Listrindo, Rani Maheswari Miraza, menjelaskan gangguan berawal dari unplanned shutdown di Stasiun Pengumpul Field Subang milik Pertamina EP. Peristiwa tersebut menghambat distribusi gas ke sejumlah pelanggan, termasuk ke fasilitas Cikarang Listrindo.
Selain itu, sejak 10 Agustus 2025, PGAS juga melaporkan penurunan tekanan gas menuju pembangkit POWR. Informasi lanjutan pada 13 Agustus 2025 menyebutkan masalah bersumber dari tekanan kritis pada jaringan pipa South Sumatera West Java (SSWJ), yang berpotensi mengurangi suplai gas untuk kebutuhan listrik perusahaan.
Untuk menjaga keandalan pasokan listrik ke pelanggan industri, manajemen POWR menyiapkan langkah mitigasi. Menurut Rani, perusahaan mengoperasikan bahan bakar alternatif agar pasokan energi ke pelanggan tetap terjaga hingga distribusi gas dari PEP dan PGAS kembali pulih.

