Jasa Pertambangan Masih Mendominasi, Ini Peta Kekuatan Anak Usaha ADARO

Jasa Pertambangan Masih Mendominasi, Ini Peta Kekuatan Anak Usaha ADARO
Adaro Perkuat Bisnis Anak Usaha

Listrik Indonesia | PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADARO), emiten tambang yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, menunjukkan struktur usaha yang kian melebar ke berbagai sektor. Meski demikian, lini jasa pertambangan masih menjadi penopang terbesar di antara deretan anak perusahaannya. 

Berdasarkan profil perusahaan, sebagian besar anak usaha ADARO bergerak di bidang jasa pertambangan—mulai dari kontraktor tambang, pemeliharaan alat, hingga layanan operasional. PT Saptaindra Sejati menjadi salah satu unit penting, sepenuhnya dimiliki ADARO dan menjadi motor utama pada bisnis jasa tersebut. 

Kehadiran Saptaindra menegaskan bahwa ADARO tak hanya bergantung pada eksplorasi dan produksi batu bara. Layanan penunjang yang dikelola anak-usahanya turut menghasilkan pendapatan tambahan, baik dari operasi internal maupun dari klien eksternal. 

Dalam laporan tahunan Grup Adaro, strategi rantai pasok “pit-to-port” terus diperkuat untuk menjaga kualitas batu bara dan menekan biaya logistik. Pada skema ini, unit jasa pertambangan berperan vital—bukan hanya mendukung operasional di dalam grup, tetapi juga membuka peluang bisnis baru di luar ADARO. 

Secara korporasi, ADARO juga telah menyampaikan ambisi memperbesar kontribusi portofolio non-batu bara. Perusahaan menargetkan sekitar separuh pendapatan masa depan bersumber dari lini usaha di luar komoditas tersebut. Namun, hingga kini, jasa pertambangan tetap menjadi kontributor dominan dari sisi operasi maupun pemasukan. 

Di luar sektor tambang, ADARO mengembangkan bisnis logistik melalui Adaro Logistics, layanan air lewat Adaro Water, serta portofolio energi bersih melalui PT Adaro Sarana Energi Terbarukan dan PT Adaro Wind Energy. Perluasan ini memperkuat posisi ADARO sebagai grup yang mengelola ekosistem pendukung pertambangan secara terpadu. 

Sumber pertumbuhan lain datang dari Adaro Minerals (ADMR), yang fokus pada pertambangan batubara metalurgi. ADMR memiliki lima perusahaan tambang dengan konsesi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, termasuk PT Maruwai Coal dan PT Lahai Coal. Perusahaan ini juga sudah masuk ke bisnis mineral hijau melalui PT Adaro Baterai Indonesia (ABI), yang menargetkan pengolahan mineral untuk bahan baku baterai. 

Secara keseluruhan, dominasi jasa pertambangan di tubuh ADARO menunjukkan kuatnya integrasi vertikal dan sinergi antarunit bisnis dalam grup. Lini layanan ini memberikan sumber pendapatan yang relatif stabil, bahkan ketika harga batu bara mengalami fluktuasi. 

Meski begitu, tantangan tetap membayangi. Target peningkatan porsi pendapatan non-batu bara serta tekanan regulasi lingkungan menuntut transformasi besar, terutama terkait pembiayaan dan arah bisnis di tengah dorongan menuju ekonomi rendah karbon.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Tambang

Index

Berita Lainnya

Index