Listrik Indonesia | Pemerintah menyalurkan bantuan berupa ribuan genset dan kompor gas untuk masyarakat terdampak banjir di Provinsi Aceh, seiring masih adanya ratusan desa yang belum kembali teraliri listrik pascabencana. Bantuan tersebut dilepas langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia beberapa hari lalu.
“Hari ini atas arahan Presiden Republik Indonesia, Kementerian ESDM mengirimkan bantuan 1.000 unit genset dengan kapasitas rata-rata di 5-7 KVA. Selain rumah, bantuan genset ini juga dipergunakan untuk melistriki saudara-saudara yang masih ada di tenda-tenda pengungsian agar mereka juga bisa mendapatkan fasilitas listrik,” kata Bahlil di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dikutip Senin (29/12/2025).
Bantuan yang dikirim terdiri atas 1.000 unit genset serta 3.000 unit kompor gas lengkap dengan regulator dan selang. Genset tersebut dialokasikan untuk 224 desa yang tersebar di 10 kabupaten di Aceh, yang hingga kini masih mengalami gangguan pasokan listrik akibat kerusakan infrastruktur.
Pengiriman genset dilakukan menggunakan pesawat Hercules milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), sementara bantuan kompor gas beserta perlengkapannya dikirim melalui pesawat kargo. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat distribusi bantuan ke wilayah terdampak.
Bahlil menjelaskan, genset tersebut merupakan solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di wilayah yang jaringan distribusinya belum dapat dipulihkan. Meski jaringan tegangan tinggi di Aceh telah kembali terkoneksi, sejumlah daerah masih mengalami kendala pada jaringan tegangan rendah akibat kerusakan infrastruktur dan kondisi genangan air.
“Kita tahu semua bahwa listrik khususnya di Aceh secara tegangan tinggi itu sudah terkoneksi baik dari backbone Sumatra maupun Arun dan Biereun, Nagan Raya, itu semua sudah terkoneksi. Tetapi kita tahu bahwa kondisi untuk jaringan rendahnya masih banyak daerah-daerah yang belum bisa kita masuki. Ini terjadi karena infrastruktur yang belum selesai,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah akan terus melakukan intervensi hingga jaringan kelistrikan dapat berfungsi normal kembali. “Jadi selama infrastruktur daratnya belum selesai, dan tegangan rendahnya belum clear, kita akan mengintervensi dengan genset yang ada,” lanjutnya.
Untuk mendukung operasional genset di lapangan, kebutuhan bahan bakar akan dipasok oleh PT Pertamina Niaga. Dengan demikian, masyarakat penerima bantuan tidak langsung dibebani biaya bahan bakar pada tahap awal penggunaan.
Dari sisi pengiriman udara, Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Erwin Sugiandi menyampaikan bahwa pengangkutan bantuan diprioritaskan untuk kebutuhan esensial masyarakat. “Kita pesawat kan pesawat banyak di sini. Nah, hari ini full untuk mengirim bantuan genset dari Kementerian ESDM karena itu merupakan kebutuhan yang esensial. Karena kita tahu sendirilah kita tidak akan bisa hidup tanpa listrik,” jelas Erwin.
Selain genset, pemerintah juga mengirimkan 3.000 unit kompor gas dengan berbagai jenis dan bobot. Bantuan tersebut meliputi 2.000 unit kompor berbobot 2 kilogram per unit, 930 unit kompor yang dikemas dalam 93 dus, serta 70 unit kompor tambahan. Seluruh kompor dilengkapi 3.000 set regulator dan selang gas.
Sebelum diberangkatkan, seluruh bantuan telah melalui proses pengecekan, pendataan, dan pengemasan sesuai standar logistik. Pemerintah memastikan penyaluran dilakukan secara terkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat setempat, dan posko penanganan bencana agar bantuan dapat diterima secara tepat sasaran.

