Tren Implementasi Biodiesel Selama Empat Tahun Terakhir, Ini Angkanya

Tren Implementasi Biodiesel Selama Empat Tahun Terakhir, Ini Angkanya
Biodiesel.

Listrik Indonesia | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa implementasi mandatori biodiesel menunjukkan peningkatan pemanfaatan yang konsisten dalam empat tahun terakhir sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan energi nasional. Hal tersebut ia ungkapkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Jakarta, dikutip pada Sabtu (24/01/2026).

Kementerian ESDM menempatkan kebijakan mandatori biodiesel sebagai salah satu instrumen dalam Program Strategis Ketahanan Energi Nasional Tahun 2026. Kebijakan ini diarahkan untuk menekan impor bahan bakar minyak (BBM), meningkatkan pemanfaatan energi dalam negeri, serta mendorong dampak ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan.

Sejak 2021, realisasi pemanfaatan biodiesel menunjukkan tren peningkatan. Pada 2021, saat implementasi B30, pemanfaatan biodiesel tercatat sebesar 9,3 juta kiloliter. Angka tersebut meningkat menjadi 10,4 juta kiloliter pada 2022, kemudian mencapai 12,3 juta kiloliter pada 2023. Pada 2024, melalui penerapan mandatori B35, realisasi pemanfaatan biodiesel kembali meningkat menjadi 13,2 juta kiloliter.

Pemerintah melanjutkan kebijakan tersebut pada 2025 dengan menerapkan mandatori B40. Hingga Desember 2025, realisasi pemanfaatan biodiesel untuk kebutuhan domestik mencapai 14,2 juta kiloliter. Capaian ini setara dengan 105,2 persen dari target yang ditetapkan sebesar 13,5 juta kiloliter, serta berkontribusi terhadap penurunan impor solar sekitar 3,3 juta kiloliter.

Bahlil menyampaikan bahwa peningkatan mandatori biodiesel turut didukung oleh penguatan kapasitas kilang dalam negeri, termasuk melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Menurutnya, penguatan tersebut berdampak pada kondisi pasokan solar nasional.

“Dengan produksi sekarang di Pertamina yang RDMP di Balikpapan, akumulasi konsumsi B40 totalnya sekarang kita surplus kurang lebih sekitar 1,4 juta kiloliter,” ujar Bahlil.

Dengan kondisi surplus tersebut, pemerintah menargetkan penghentian impor solar pada 2026 seiring dengan keberlanjutan implementasi mandatori biodiesel dan penguatan infrastruktur energi nasional.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Biodiesel

Index

Berita Lainnya

Index