Listrik Indonesia | Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan bahwa realisasi investasi energi baru terbarukan (EBT) pada 2025 melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah. Hal tersebut ia ungkapkan dalam acara CNBC Indonesia Energy Outlook 2026 di Auditorium Gedung Bank Mega, Jakarta, dikutip pada Kamis (05/02/2026).
Eniya menyampaikan bahwa target awal investasi EBT pada 2025 sebesar 1,5 miliar dolar AS berhasil terlampaui. Ia menyatakan, “target kita hanya 1,5 bilion dolar, tapi tercapai 2,2, hampir 2,3.” Berdasarkan pemaparan tersebut, realisasi investasi EBT tercatat mencapai 2,284 miliar dolar AS.
Menurut Eniya, peningkatan realisasi investasi tersebut terutama didorong oleh pengembangan panas bumi dan tenaga air. Ia menjelaskan, “Nah, ini yang kita dorong dan ini terdorongkan dari panas bumi dan hidro.” Pemerintah, lanjutnya, menargetkan capaian investasi EBT pada 2026 dapat melampaui target normal sebesar 2 miliar dolar AS.
Untuk mendorong peningkatan investasi, pemerintah melakukan penyesuaian regulasi, khususnya dalam proses lelang panas bumi. Eniya menyebutkan bahwa percepatan lelang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi peningkatan realisasi investasi. “Realisasi investasi kan dari panas bumi cukup banyak, ini karena saat ini lelang panas bumi dipercepat oleh Pak Menteri,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa mekanisme lelang panas bumi kini dilakukan secara daring. “Sekarang lelang dengan online, jadi waktu September lalu sudah ditetapkan lelang online pertama kali,” kata Eniya. Sistem tersebut memungkinkan akses secara nasional maupun internasional melalui aplikasi Genesis yang tersedia di laman Kementerian ESDM.
Dalam kesempatan yang sama, Eniya mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini menawarkan sepuluh lokasi panas bumi kepada investor internasional. Lokasi tersebut tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Maluku. Menurutnya, potensi panas bumi di Maluku dapat mendorong pemanfaatan EBT di sektor industri pertambangan.
Lebih lanjut, Eniya menyatakan bahwa pemerintah terus menyiapkan berbagai program untuk mendukung peningkatan bauran EBT. Upaya tersebut diarahkan agar sektor-sektor yang selama ini bergantung pada energi fosil dapat mulai beralih menggunakan sumber energi terbarukan.
