Current Date: Selasa, 10 Februari 2026

Proyek Gas Raksasa Masela Akhirnya Bergerak, Tinggal Tunggu AMDAL

Proyek Gas Raksasa Masela Akhirnya Bergerak, Tinggal Tunggu AMDAL
Ilustrasi Blok Masela

Listrik Indonesia | Proyek gas raksasa Blok Masela, Maluku, akhirnya bergerak menuju tahap pembangunan fisik setelah bertahun-tahun tertahan persoalan perizinan. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa kelengkapan administrasi utama proyek Abadi INPEX Masela hampir rampung dan tinggal menunggu terbitnya Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). 

Djoko menjelaskan, proses percepatan dimulai setelah Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menerbitkan Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan untuk proyek Onshore LNG (OLNG) di Desa Lamatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. 

“Setelah izin pelepasan kawasan hutan terbit, KKKS INPEX langsung membayar PNBP-nya. Kurang dari satu bulan kemudian, terbit persetujuan dari Menteri ATR/BPN berupa Rekomendasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang atau RKKPR,” kata Djoko dalam keterangannya. Senin (9/2/2026). 

Dengan terbitnya dua dokumen tersebut, syarat administrasi utama untuk pengurusan AMDAL dinyatakan lengkap. Djoko optimistis izin lingkungan proyek strategis tersebut bisa segera keluar. 

“Insya Allah, minggu ini juga AMDAL bisa diterbitkan oleh Menteri Lingkungan Hidup. Mohon doa dari semua pihak,” ujarnya. 

Menurut Djoko, percepatan perizinan ini menunjukkan bahwa tata kelola administrasi di sektor hulu migas kini semakin efisien dan responsif. Ia mendorong seluruh pelaku usaha hulu migas untuk aktif mengawal proses perizinan dengan melengkapi dokumen secara cepat dan terus berkoordinasi dengan instansi terkait. 

“Dokumen harus dikawal, dipantau, dan dikomunikasikan setiap hari. Kalau ada kendala, segera disampaikan supaya bisa cepat diselesaikan,” tegasnya. 

Proyek Pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela merupakan proyek hulu migas terbesar Indonesia dalam beberapa dekade terakhir, dengan nilai investasi sekitar 20 miliar dolar AS. Proyek ini mengusung skema OLNG di darat dan dilengkapi teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS/CCUS). 

Jika AMDAL terbit sesuai target, tahap berikutnya adalah pelaksanaan groundbreaking sebagai tanda dimulainya pembangunan fisik proyek. 

“Setelah AMDAL keluar, segera bisa dilakukan groundbreaking pembangunan Proyek Abadi INPEX Masela,” kata Djoko. 

Ia juga menyebut percepatan ini tidak lepas dari keterlibatan langsung berbagai pihak, termasuk Wakil Menteri dan koordinasi lintas kementerian. Djoko menilai kepemimpinan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turut berperan besar dalam mendorong percepatan proyek strategis tersebut. 

“Alhamdulillah, yang selama ini terkatung-katung hampir 25 tahun, kali ini insya Allah bisa benar-benar jalan. Mohon doa restunya,” ujarnya. 

Proyek Blok Masela diharapkan menjadi tulang punggung pasokan gas nasional ke depan sekaligus penggerak ekonomi di wilayah timur Indonesia, khususnya Maluku.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Migas

Index

Berita Lainnya

Index