Listrik Indonesia | Pasokan energi Indonesia dinilai tetap aman di tengah gejolak geopolitik global. Hal itu disampaikan Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya dalam forum diskusi Indonesia Energy Outlook yang berlangsung di Parle, Senayan, Jumat (10/6/2026).
Dalam paparannya di Listrik Indonesia Forum, Bambang menekankan pentingnya respons cepat pemerintah menghadapi dinamika global, terutama konflik yang berdampak pada rantai pasok energi dunia. Menurutnya, pemerintah telah menunjukkan langkah adaptif dengan segera melakukan mitigasi terhadap potensi gangguan suplai, termasuk yang berasal dari kawasan strategis seperti Selat Hormuz.
Ia menjelaskan, Indonesia selama ini masih bergantung pada impor minyak mentah dan LPG dari sejumlah wilayah, sehingga setiap gejolak global berpotensi memengaruhi pasokan dalam negeri. Namun, pemerintah dinilai sigap dengan melakukan diversifikasi sumber pasokan.
“Untuk minyak mentah dan LPG, kita sudah mulai mengalihkan sumber dari beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Aljazair, hingga Australia. Ini langkah penting untuk menjaga ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Tak hanya itu, pasokan LPG juga diperkuat dari kawasan Asia Tenggara dan beberapa negara Afrika. Langkah ini dinilai mampu menjaga stabilitas distribusi energi di dalam negeri meski tekanan global meningkat.
Dari sisi hulu, Bambang mengungkapkan laporan dari SKK Migas menunjukkan kinerja produksi minyak nasional masih terjaga. Realisasi lifting minyak Indonesia tercatat sekitar 635 ribu barel per hari, mendekati target yang ditetapkan sebesar 650 ribu barel per hari.
Sementara itu, pengawasan distribusi BBM subsidi menjadi perhatian serius Komisi XII. Bambang menilai perlu adanya penguatan sistem pengawasan, termasuk melalui digitalisasi, guna memastikan penyaluran tepat sasaran.
Ia juga menyoroti praktik penyalahgunaan BBM subsidi yang dinilai merugikan negara. Bahkan, ia mengusulkan agar pelaku penyelewengan dapat dikenakan sanksi setara tindak pidana korupsi.
“Disparitas harga antara BBM subsidi dan non-subsidi saat ini sangat tinggi. Ini membuka celah penyalahgunaan. Karena itu, pengawasan harus diperketat dan penindakan harus tegas,” kata Bambang.
Menurutnya, pembatasan pembelian BBM subsidi juga perlu diterapkan secara rasional. Ia menilai tidak wajar jika satu kendaraan mengisi hingga puluhan liter setiap hari tanpa alasan yang jelas.
Lebih lanjut, Bambang memastikan bahwa hingga saat ini distribusi BBM dan LPG di seluruh Indonesia masih berjalan lancar. Ia juga menegaskan bahwa harga energi, baik subsidi maupun non-subsidi, masih tetap stabil.
“Ini poin penting. Di tengah situasi global yang tidak pasti, pemerintah mampu menjaga pasokan tetap aman dan harga tidak naik,” ujarnya.
Selain sektor migas, Bambang turut menyinggung kondisi kelistrikan nasional yang dikelola PT PLN (Persero). Ia menyebut, meski ada tekanan pada harga energi primer seperti batu bara, sistem kelistrikan nasional tetap mampu menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.
Secara keseluruhan, ia menilai Indonesia cukup tangguh dalam menghadapi tekanan geopolitik dan geoekonomi saat ini. Sinergi antar lembaga, mulai dari Kementerian ESDM, SKK Migas, BPH Migas hingga Pertamina, menjadi kunci dalam menjaga stabilitas energi nasional.
“Indonesia kuat dan mampu bertahan. Yang terpenting, masyarakat tetap mendapatkan layanan energi dengan baik,” tutupnya.
Ketua Komisi XII: Pemerintah Responsif Jaga Pasokan Energi
Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya Saat Menjadi Pembicara di Listrik Indonesia Forum

