Dari COP29, HDI Serukan Pendanaan Transisi Energi Bersih Perlu Realisasi

Dari COP29, HDI Serukan Pendanaan Transisi Energi Bersih Perlu Realisasi
Herman Darnel Ibrahim, Dewan Pakar Majalah Listrik Indonesia dalam kunjungan agenda Conference of the Parties (COP29) yang diselenggarakan di Baku, Azerbaijan. (Dok: Istimewa)

Listrik Indonesia | Dewan Pakar Majalah Listrik Indonesia, Herman Darnel Ibrahim (HDI) mengungkapkan bahwa agenda Conference of the Parties (COP29) yang diselenggarakan di Baku, Azerbaijan, menjadi kesempatan bagi negara-negara berkembang, khususnya Indonesia dalam mendapatkan dana bantuan untuk transisi energi. Hal tersebut ia ungkapkan melalui keterangan tertulis kepada Listrik Indonesia, Kamis (14/11/2024).

“Dengan slogan (Solidarity for a Green World) dan tema (Mobilizing funds and enabling actions to keep 1,5 C within reach), esensi penyelenggaraan COP 29 ini bagi Indonesia adalah bagaimana mendapatkan dukungan pendanaan internasional untuk mengimplementasikan program transisi energi di Indonesia,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam sejarahnya, konferensi perubahan iklim ini selalu menekankan dukungan negara maju dalam pendanaan untuk energi bersih. Namun, meskipun telah ada kesepakatan melalui Paris Agreement, mekanisme pendanaan tersebut masih belum jelas hingga saat ini.

“Dan sampai COP 29 ini mekanisme bantuan pendanaan itu belum jelas dan bantuannya belum  juga terwujud,” katanya.

HDI menambahkan bahwa target Pemerintah Indonesia untuk memenuhi 75% kebutuhan listrik dengan energi terbarukan pada tahun 2040 memerlukan dana besar, sekitar USD 235 miliar. Menurutnya, tanpa bantuan dana dari komunitas internasional, target sebesar itu akan sulit dicapai oleh Indonesia sendiri.

“Tentunya tanpa dukungan pendanaan Internasional tidak mungkin kebutuhan dana yang sangat besar tersebut dipenuhi oleh Indonesia,” katanya.

Ia juga menyampaikan harapan utamanya dari COP29 kali ini, yaitu tercapainya kejelasan mengenai mekanisme mobilisasi dana bagi negara berkembang. 

Lebih lanjut, HDI juga berharap pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo mampu menjaga pasokan listrik yang aman dan stabil dalam lima tahun ke depan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. 

“Harapan saya lainnya adalah terwujudnya pengembangan energi yang pasokannya didominasi oleh energi terbarukan atau energi dengan emisi karbon yang rendah,” pungkasnya.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#COP29

Index

Berita Lainnya

Index