Listrik Indonesia | PLN Batubara Niaga telah mengambil langkah inovatif dengan memperkenalkan produk terbarunya yaitu Coal Blending. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penyerapan batubara Domestic Market Obligation (DMO/pasar dalam negeri).
Direktur Utama PT PLN Batubara Niaga, Kanapi Subur Dwiyanto mengungkapkan, dalam menghadapi tantangan semakin terbatasnya ketersediaan batubara single source yang sesuai dengan karakteristik PLTU, pengembangan coal blending menjadi pilihan yang menjanjikan dalam menjaga kelancaran pasokan batubara bagi kebutuhan kelistrikan.
Menurut Kanapi, pengelolaan coal blending telah membawa hasil positif dengan menciptakan batubara sesuai kebutuhan pembangkit. Hasilnya, batubara custom ini mendapat pengakuan kualitas dari beberapa pembangkit dan memberikan kepuasan kepada pelanggan.
"PLN Batubara Niaga tidak hanya memfokuskan pada keamanan pasokan batubara, tetapi juga berkomitmen untuk mengendalikan emisi dari pembangkit melalui produksi batubara custom yang ramah lingkungan, rendah abu, dan sulfur," jelas Kanapi kepada Listrik Indonesia beberapa waktu lalu.
Pada tahun 2021, distribusi coal blending dimulai dalam skala kecil untuk PLTU Teluk Sirih dan PLTU Labuhan Angin. Mereka menggunakan sumber tambang LRC dari Riau dan MRC dari Jambi. Kemudian, pada semester kedua tahun 2023, PLN Batubara Niaga bermitra dengan PT Krakatau Bandar Samudera untuk distribusi yang lebih besar. Mereka mengirim coal blending dari KBS ke PLTU IPP Jawa 7 dan PLTU Labuhan dengan menggunakan sumber tambang HRC dari Kalimantan Timur dan LRC dari Kalimantan Selatan.
- Baca Juga Produksi Batu Bara 2026 Resmi Dipangkas
Inovasi melalui pengembangan coal blending ini menunjukkan komitmen PLN Batubara Niaga dalam menghadapi perubahan pasar energi. Upaya ini tidak hanya berfokus pada kebutuhan saat ini tetapi juga menawarkan solusi berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan energi listrik dengan cara yang lebih efisien dan ramah lingkungan di masa mendatang.
