Kepmen ESDM Terbit, HBA Periode Kedua Januari 2026 Alami Kenaikan

Kepmen ESDM Terbit, HBA Periode Kedua Januari 2026 Alami Kenaikan
Kapal tongkang membawa batu bara.

Listrik Indonesia | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk penjualan batu bara periode kedua Januari 2026. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 12.K/MB.01/MEM.B/2026, dikutip pada Selasa (20/01/2026).

Dalam keputusan tersebut, pemerintah membagi HBA ke dalam empat kategori berdasarkan kesetaraan nilai kalori. Jika dibandingkan dengan HBA periode pertama Januari 2026, harga batu bara pada kategori dengan kalori lebih tinggi mengalami kenaikan, sementara satu kategori lainnya tercatat mengalami penurunan.

“Menetapkan Harga Batubara Acuan yang selanjutnya disebut HBA untuk Periode Kedua Bulan Januari Tahun 2026 dengan besaran tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini,” tulis aturan tersebut.

Untuk HBA dengan kesetaraan nilai kalor 6.322 kcal/kg GAR, total moisture 12,26%, total sulphur 0,66%, dan ash 7,94%, pemerintah menetapkan harga sebesar US$ 104,03 per ton. Nilai ini meningkat dibandingkan dengan HBA periode pertama Januari 2026 yang berada di level US$ 103,30 per ton.

Sementara itu, HBA I dengan kesetaraan nilai kalori 5.300 kcal/kg GAR, total moisture 21,32%, sulphur 0,75%, dan ash 6,04% pada periode kedua Januari 2026 ditetapkan sebesar US$ 71,61 per ton. Harga tersebut tercatat menurun dibandingkan periode pertama Januari 2026 yang sebesar US$ 72,23 per ton.

Adapun HBA II dengan kesetaraan nilai kalori 4.100 kcal/kg GAR, total moisture 35,73%, sulphur 0,23%, dan ash 3,9% pada periode kedua Januari 2026 ditetapkan sebesar US$ 48,39 per ton. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan HBA periode pertama Januari 2026 yang berada di level US$ 47,05 per ton.

Selanjutnya, untuk HBA III dengan kesetaraan nilai kalori 3.400 kcal/kg GAR, total moisture 44,30%, sulphur 0,24%, dan ash 3,88%, pemerintah menetapkan harga sebesar US$ 35,38 per ton pada periode kedua Januari 2026. Nilai tersebut meningkat dibandingkan periode pertama Januari 2026 yang berada di level US$ 35,13 per ton.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Batu bara

Index

Berita Lainnya

Index