Listrik Indonesia | Pemanfaatan batu bara di Indonesia tidak hanya terbatas pada sektor pembangkit listrik, tetapi juga digunakan secara luas di sektor non-kelistrikan, terutama untuk mendukung kegiatan industri. Batu bara dimanfaatkan sebagai sumber energi maupun bahan baku dalam berbagai proses produksi yang membutuhkan panas tinggi dan pasokan energi stabil.
Salah satu sektor utama pengguna batu bara non-kelistrikan adalah industri semen. Dalam proses produksi, batu bara digunakan sebagai bahan bakar pada kiln untuk menghasilkan suhu tinggi yang diperlukan dalam pembentukan klinker. Penggunaan batu bara dinilai mampu memenuhi kebutuhan energi proses tersebut secara konsisten.
Selain itu, batu bara juga dimanfaatkan di industri baja dan metalurgi, khususnya jenis batu bara metalurgi atau coking coal. Batu bara jenis ini berperan sebagai sumber panas sekaligus reduktor dalam tanur tinggi untuk mengolah bijih besi menjadi besi cair sebagai bahan dasar baja.
Pemanfaatan batu bara non-kelistrikan juga mencakup pengembangan teknologi gasifikasi. Melalui proses ini, batu bara diubah menjadi gas sintetis atau syngas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar maupun bahan baku industri kimia. Teknologi gasifikasi membuka peluang diversifikasi pemanfaatan batu bara di luar pembangkit listrik.
Di samping itu, batu bara dapat diolah melalui proses pencairan untuk menghasilkan bahan bakar cair yang setara dengan diesel atau bensin. Meski demikian, pemanfaatan ini masih terbatas karena memerlukan teknologi tinggi dan biaya investasi yang relatif besar.
- Baca Juga Produksi Batu Bara 2026 Resmi Dipangkas
Batu bara juga digunakan sebagai bahan baku dalam industri kimia tertentu, seperti produksi tar batu bara dan produk turunan lainnya melalui proses pirolisis atau penyulingan. Pemanfaatan tersebut mendukung kebutuhan bahan baku industri di berbagai sektor.
Meski tren transisi energi terus berkembang, pemanfaatan batu bara non-kelistrikan masih memiliki peran dalam menopang kegiatan industri, terutama pada sektor-sektor yang membutuhkan sumber energi dengan karakteristik panas tinggi dan proses produksi spesifik.
